Jumat, 05 Juli 2019


Antologi Rasa


Sudah berkali kali aku mengotak atik layar handphone, berkali kali pula membuka sosial media, mencari cari namamu dan setelah ku temukan ku urungkan untuk menghubungimu, padahal hanya tinggal menekan kontakmu sekali saja dan mulai mengetik, mengetik apa saja, sesuatu yang sederhana seperti "hai" "hallo" atau apapun, tetapi tetap tak kulakukan, biarkan kau sebut aku pengecut, aku terima.

sudah lama aku mengenalmu, dan selama itu pun aku menyimpan perasaan ini, aku memang bukan pujangga, aku tak pandai merangkai kata, kau pasti takkan menyadari kegugupanku saat kita berbincang, meski sekedar sapaan belaka, tak telalu penting bagimu, tapi itu berarti bagiku.

sudah bertahun kita bertemu, aku selalu memperhatikan di sisi gelapmu, aku ingin kau tahu tetapi tak ingin kau menyadari kehadiranku, memang membingungkan.

mengapa tuhan mempertemukan kau dan aku? mengapa aku bisa mengenalimu, peduli pada tingkahmu, entah sihir apa yang kau punya, yang jelas aku benar benar tengelam pada dalamnya tatapmu, birunya lautmu, ajari aku untuk berenang ke permukaan, karena tak selamanya aku berada di dasar, aku jatuh dalam lembah yang kau sebut pengharapan, tanpa tahu akankah aku bertahan hidup di dalamnya.

dalam hal yang tak banyak orang tahu menunggu adalah sesuatu yang begitu menyenangkan sekarang, harap tanpa pangkal adalah hobi yang sedang ku tekuni, bahkan ku pelajari, biar orang menganggapku gila aku tak peduli

akankah kita terus bertemu? terus menjalani kisah yang ku anggap jalan pena, kisah hidup yang ku harap ada dirimu di dalamnya, cukup aku yang mengerti, aku tak memaksamu

Kau tidak tahu, aku sering menenangkan debar dada sendiri. Perasaan ini bergemuruh sepanjang hari. Rasanya ingin terus bersamamu; menatap matamu, mendengar suaramu. Berlama-lama menghabiskan waktu, menikmati apa saja. Asal denganmu. Mungkin, ini yang dikatakan rindu, sedalam dalamnya rindu‬

Aku tak ingat sejak kapan hatiku menghilang dari tempatnya, dengan cepat terambil dan tercuri‬‬, entah sebuah kesengajaan atau tidak yang jelas kau sudah memikatku sebegitu jauh, menjaga hatiku dengan hati hati hingga tak ada alasan lain untuk aku melepasmu saat ini.

Sebenarnya, aku masih belum bisa mengerti senyum di wajahmu, kau wanita yang misterius, atau aku yang kurang lihai mengartikan? Kau bisa saja menghilang saat ini, sangat jauh... Hingga aku sangat rindu, dan kembali seolah kau baru saja menemukanku beberapa menit lalu, sangat hangat. Hingga ku tak bisa menanggalkan tawa dari wajahku